
Rasanya memang terlalu sulit untuk menentukan kesuksesan guru dalam menyampaikan materi pelajaran ( tranfer learning ), apalagi kalau didalam satu kali tatap muka tidak ada tes formatif sebagai standar ketentuan ketuntasan mengajar atau kesuksesan guru didalam tranfer learning.
Saya masih ingat kata-kata Prof. Masaaki Sato, :" guru harus bisa mengambil sikap yang cepat didalam pembelajaran, mengulang atau melanjutkan ", ini dilatih didalam DO-SEE, selanjutnya " guru harus belajar dua hal, yaitu bagaimana caranya melanjutkan pembelajaran, dan berikutnya bagaimana pemahaman terhadap siswa ", ini dipahami didalam SEE.
Mengulang :
Mengulang artinya pembelajaran kurang tuntas, ini dapat dilihat dari hasil tes formatif atau tanya jawab dimana nilai yang dihasilkan masih dibawah ketentuan standar KTSP. Tentunya kalau kita mengulang perlu adanya perubahan daik didalam strategi pembelajaran, metode pembelajaran atau model pembelajaran, guru harus pandai-pandai memilih unsur-unsur tersebut agar kegiatan pembelajaran dapat sukses.
Melanjutkan :
Melanjutkan berarti pembelajaran sukses dan tuntas,tetapi gurupun harus pandai-pandai juga apakah sistem pembelajaran yang kita gunakan sudah baik atau belum, apa perlu dirubah atau tidak itu tergantung kepada guru sebagai pemegang wewenang tertinggi didalam kegiatan pembelajaran. Jelasnya dengan strategi pembelajaran, metode pembelajaran dan model pembelajaran yang digunakan harus berimbas agar siswa dapat memahami materi pelajaran dan guru dapat mencapai target tujuan pembelajaran.
Bagaimana Siswa Paham :
Bagaimana siswa paham adalah sesuatu yang sangat sulit, sebab dalam hal ini guru harus memperhitungkan bagaimana kondisi pada saat kegiatan awal, apersepsi, kegiatan inti dan penutup. Ketiga kegiatan ini harus bisa mengoptimalkan strategi pembelajaran yang dipakai, sehingga hasil pemnbelajaran optimal.
Penguasaan emosional guru harus maksimal, sebab beragam siswa juga terjadi beragam karakter yang dapat menyebabkan berbagai macam kondisi, kadang menyenangkan, kadang menyebalkan, bahkan membuat kita marah.
Saya kira dengan strategi, metode dan model pembelajaran yang sudah tersedia, akan membantu guru didalam kegiatan instraksional, sehingga tranfer learning dapat berjalan dengan baik, sempurna dan lancar, serta hasil yang memuaskan. Semoga semuanya dapat berjalan dengan lancar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar