BERPIKIR SISTEMIK ( BERPIKIR TINGKAT TINGGI )
Berpikir sistemik adalah berpikir tentang berpikir, mengetahui tentang mengetahui, dan menyadari kesadaran seseorang, dan ini sangatlah penting.
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2609852498490974"
crossorigin="anonymous"></script>
Kehidupan ini semakin kompleks dan kompetisi. Sementara kita harus tenggelam didalamnya dan menikmatinya, mensyukurinya. Bila kita tidak berhati hati dan berpikir panjang dalam berjalan maka jalan lurus yang kita harapkan tinggal kenangan, bahkan kita semakin terjebak dalam jalan yang rusak dan berkelok kelok.
Perjalanan ini sangat mengasyikkan tetapi bahagia dan tidaknya tergantung cara berpikir kita dijalannya.
Salah satu cara untuk menyelamatkan jalan kita adalah berpikir sistemik, atau berpikir tingkat tinggi.
Hidup ini bukan hanya sesaat tetapi panjang sampai mati. Banyak orang orang yang mengambil langkah yang menurut pemikirannya menyelesaikan problem kehidupan, tetapi justru timbul permasalah baru yang lebih parah. Ditambah lagi problem yang lama belum terselesaikan,sudah tambah permasalahan baru. Akhirnya apa permasalahan menumpuk tak terselesaikan.
Berpikir sistemik atau berpikir tingkat tinggi, berpikir dengan mengkait kaitkan permasalahan lainnya sebelum memutuskannya. Hidup ini anggap suatu jaringan, permasalahan satu, berkaitan dengan permasalahan dua, berkaitan dengan permasalahan tiga, dan seterusnya. Sehingga setiap keputusan yang diambil ( berpikir ) sangat berhubungan dengan berpikir yang akan datang atau sebelumnya. Bila tidak hati hati bukannya menyelesaikan masalah, tetapi masalah semakin berat.
Cara kerja berpikir sistemik :
• Memahami keterkaitan.
Melihat bagaimana berbagai bagian dalam suatu sistem saling berhubungan dan berinteraksi.
• Melihat gambaran besar.
Tidak hanya fokus pada masalah tunggal, tetapi mempertimbangkan konteks yang lebih luas dan hubungan antar berbagai masalah.
• Mengidentifikasi akar masalah.
Mencari penyebab mendasar dari sebuah masalah, bukan hanya menanganinya dari permukaan.
• Mempertimbangkan dampak.
Menganalisis bagaimana sebuah keputusan atau tindakan dapat memengaruhi seluruh bagian dari sistem, sehingga dapat meminimalkan efek negatif.
Jadi Berpikir sistemik adalah cara berpikir untuk memahami dan menyelesaikan masalah kompleks dengan melihatnya secara menyeluruh (holistik) dan memahami keterkaitan antara elemen-elemen di dalamnya.
Pendekatan Berpikir Sistemik :
1. Berfokus pada akar masalah, bukan hanya gejala
Misal : orang sakit influensa
Kalau dilihat dari gejala
Cukup berikan obat flu, istirahat tidur. Selesai permasalahan.
Kalau dilihat dari akar masalah
Banyak kemungkinan untuk solusinya :
a. Obat flu
b. Keuangan
c. Lingkungan
d. Tekanan, ancaman karena sesuatu hal
e. Dll
2. Mempertimbangkan dampak suatu tindakan pada seluruh sistem.
Sistem ini dari akar masalah
Misal :
a. Obat flu, dampaknya baik karena menyembuhkan.
b. Keuangan, diberi atau dipinjami, dampaknya ada persediaan uang
c. Lingkungan, halaman rumah dibersihkan, rumah baik kamar tidur, ruang tamu, ruang makan, kamar mandi dampaknya bersih udara segar baik untuk kesehatan.
d. Tekanan, laporan dan diselesaikan secara baik baik dan damai, dampaknya memberi ketenangan hidup.
3. Mencari solusi yang lebih baik
Solusi yang lebih baik, misal :
a. Keuangan : diberi lapangan pekerjaan sehingga bisa menghasilkan uang.
b. Kedokter : untuk penjelasan penyakit yang lebih baik.
c. Dll
4. Menghindari efek samping yang tidak diinginkan
Misal :
d. Keuangan : diberi pinjaman, malah jadi beban ya jangan dilakukan.
e. Ancaman : lapor polisi, malah ngancam, ya jangan dilakukan.
f. Dll.
